" "

Musisi Seharusnya Mempromosikan dan Merekomendasikan Aplikasi Platform Digital Music

Setelah era vinyl menjadi kaset tape, kemudian CD dan hari ini file musik digital. Teknologi telah merubah cara kita menghargai musik. Tidak ada lagi pembajakan, adanya download ilegal, tidak ada lagi toko ritel musik besar, adanya digital stores. Sekalipun teknologi terus berubah, pelaku musik terus melahirkan karya-karya barunya, tapi sayangnya penghargaan musik selain like, view, listen dan sekedar komentar support semakin sedikit. Sedikit mirip dengan LOL, LMAO dan ROFL yang hanya sebatas text dan emoticon tapi tidak dalam realitanya, bisa saja para likers dan viewers tidak benar-benar mendengar karya musik yang dibagi-dengar-kan oleh pekarya.



Cara kita berkomunikasi hari ini sangat berbeda dengan 1 dekade sebelumnya, hampir setengah hari kita diwakilkan dengan benda canggih dan berbicara melalui jari-jari yang super terlatih. Oleh karenanya, cara berbagi, promosi dan memperdengarkan musik tentu saja dan sudah seharusnya ikut berkembang selaras dengan berkembangnya teknologi tersebut. Dari yang sebelumnya berangkat membawa demo ke radio, sudah saatnya meng-uploadnya ke iTunes, Spotify dan platform digital stores berbayar lainnya.

Kan sedikit sekali yang dengar musik lewat Spotify apalagi member premium? dulu juga sedikit sekali yang punya Instagram, pake Whatsapp dan Telegram. Platform komunikasi digital tersebut besar dan crowded berkat penggunanya sendiri, official mereka sedikit sekali melakukan iklan, bahkan tidak pernah muncul di media konvensional seperti radio dan koran lokal. User lah yang bertanggung jawab lebih banyak atas suksesnya social media.

Menurut data dari Netrilis (partner distribusi musik digital) iTunes, Spotify, dan lainnya mulai memberi dampak positif, contoh; ada yang merilis lagu cover 1 lagu dan hanya dirilis di Spotify dan Deezer tapi menghasilkan $50 lebih setiap bulannya. Penghargaan tersebut membuat musisi terkait ingin merekam dan merilis lagu lebih baik dan lebih banyak lagi.

Iya benar, penghargaan tidak harus dalam bentuk uang. Tapi metode streaming music memang tidak memberi penghargaan dalam bentuk uang, streaming music membayar artist dari setiap lagu yang didengarkan. Hal ini sedikit mirip dengan Youtube, dimana creator dibayar oleh Google karena iklan, bukan viewer yang membayar sejumlah dana untuk creator.

Sepertinya tidak cukup hanya upload musik ke digital stores, tidak cukup lagu available on iTunes. Tapi kita sebaiknya ikut mempromosikan dan merekomendasikan digital stores seperti iTunes, Spotify, Deezer dll agar massive penggunanya seperti social media yang kita buka dipagi hari ketika pertama kali membuka mata.


Tulisan diatas adalah kiriman dari kontributor, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Baca lainnya:



Advertise · Terms · Contribute · Logo · Contact