" "

Sarana - Kopibasi

Sarana lahir dari enam kepala yang berbeda, enam kepala yang satu sama lain punya potensi menumpahkan ide gagasan yang berbeda, namun tidak menutup kemungkinan enam kepala bisa muntah dalam "bejana yang sama". Bejana yang sama itu juga yang melahirkan Sarana: sebuah lagu yang meraba bentuk "ihwal makan" dan "ketersendirian" sebagai relasi, dan di baliknya ada kehidupan makna yang luas, di antara luasnya makna, ada wajah "kenangan" mendekat di kepala kami waktu itu. Ya, lagu ini bicara seutuhnya tentang kenangan, hal hal lain di dalamnya bukan sekadar ornamen melainkan satu kesatuan dalam kenangan. Upaya selanjutnya setelah ide dan gagasan jemput adalah penulisan lirik yang makan waktu, diksi diksi datang dan pergi begitu saja, tugas enam kepala tadi adalah menangkapnya, merelakannya tumbuh di dalam teks Sarana. Ihwal bagaimana komposisi musik dibangun, enam kepala punya influence musik folk macam The Lumineers , Mumford n Sons dll  ̶  (kutipan interview dengan Galih Fajar)



Proses Produksi
Tentunya semua kepala dalam KOPIBASI terlibat, selain itu ada rumah suara yang membantu banyak dalam eksplorasi musik khususnya proses rekam-sulam yaitu Rumah Rekam sebuah studio record mix n mastering di D.I Yogyakarta. Artwork Sarana dikerjakan oleh seniman Yogyakarta namanya Bodhi IA, belio-nya sering terlibat dalam hajat kreatif di Ruang Gulma dan sedang berimajinasi dengan apa yang dia sebut sambil terkekeh 'noisisasi puisi'. Sebenarnya kami takut menghakimi musik kami dengan genre atau kami sebut gagrak. World Music datang dari seorang kawan yang setelah mendengar beberapa materi lagu kami dia lalu bilang World Music tersebut.

Esensi Lagu
Seperti yang saya sebutkan di awal tadi kami tak jauh dari potensi bahwa semua yang tertangkap indera dapat menciptakan kenangan, semua itu kami anggap Sarana untuk berkenang, sesudahnya, kami serahkan kepada jiwa-badan siapa saja yang mendengar lagu Sarana.

Tentang Music Artwork
Namanya Mas Bodhi IA, seniman yang aktif di kolektif seni Ruang Gulma, kami suka guratan guratan dalam lukisannya, guratan yang sonder jadi liyan. Benar-benar ada. Seperti halnya usaha usaha mengadakan sebuah kenangan.

Video Klip
Belum ada rencana serius tentang video klip, belum ada rencana apalagi niatan

Proses Rilis
Proses rilis dibantu kawan-kawan di Netrilis. Label atau bukan, saya kira Netrilis sangat solutif kepada persoalan bagaimana para musisi memelihara karyanya dan jiwa-badannya untuk menghadapi dunia kerja-kerja kreatif.

Respect Music menurut Galih Fajar
Memeliharanya dengan apresiasi katakanlah itu ketersalingan mendengar, melihat dan bagikan. Saya kira dengan berbagi karya lewat media sosial, kanal streaming, creative common dll bisa jadi jalan menghargai musik terutama karya musik rekam.



Lirik Sarana - Kopibasi
SARANA Sarana prasarana Sarana prasarana Monolog mengenang masa lalu Monolog mengenang masa usai Sarana prasarana Sarana prasarana Keluarkan isi perut belanga Biar obrolan bisa dibagi rata Garpu sendok bertatap muka Sepiring berdua sepiring duka Dihangatkan penyesalan Derita gelas kosong yang ditinggali utang-piutang antara air dan tanah Sarana prasarana Sarana prasarana Kenangan terbuat dari lupa Tudung saji menutupnya rapat-rapat Biar lalat hijau tak lekas hinggap Rasa kenyang itu pengabur rencana Aku sudah makan! Namun gelisah meneduh di lambung melemparkan merah ingatan ke tanda tanya! Sarana prasarana Sarana prasarana Monolog mengenang masa lalu Monolog mengenang masa usai Akankah jadi dialog? Maukah jadi dialog? Akankah jadi dialog? Maukah jadi dialog? Akankah jadi dialog? Maukah jadi dialog? Akankah jadi dialog? Maukah jadi dialog? Aku butuh dirimu.






Tulisan diatas adalah kiriman dari kontributor, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Baca lainnya:



Advertise · Terms · Contribute · Logo · Contact