" "

Sembojan - Radiotua

Untuk proses kami sebenarnya tidak melakukan banyak persiapan. Tapi semuanya dilakukan dengan goals yg sudah dirancang. Hanya saja tidak mematok pada deadline tertentu. Karena pada awalnya dulu kami sempat dalam formasi akustik yg bermetamorfosa menjadi formasi seperti sekarang, itu pun membutuhkan waktu untuk belajar, menabung untuk melengkapi diri dengan instrumen yg dibutuhkan, disamping kita lebih fokus kepada penulisan lagu dan materi yg punya signature kita pribadi. ̶  (kutipan interview dengan Jojo)



Proses Produksi
Rekamannya kita lakukan secara live record di Jogja Audio School pada tahun 2017 karena tahun 2016 kami pernah mencoba menggunakan metode take per instrumen, hanya saja menurut kami, emosi lagu kurang kena. tapi resikonya mungkin akan tidak mudah diterima oleh pendengar yg awam dengan musik kami begitu. Mixing dan Mastering pun kita lakukan seadanya pribadi, karena untuk mendapatkan karakter suara yg diharapkan sebebas mungkin aja begitu. Dibantu dengan tim produksi kami sendiri yakni teman - teman kami KeluhKesah Record. Experience yg menarik itu ketika kita mencoba membuat album ini berisi lagu yg berkesinambungan, sehingga membutuhkan transisi - transisi menarik ditiap lagu ke lagu. Nah pengalaman ini yg menarik karena kami hampir 2 tahun jalan - jalan buat rekam suara - suara yang menarik, misalnya Barongsai saat perayaan imlek di Ketandan, Malioboro; dan bel Gereja dll semuanya benar - benar dikumpulkan dan dipilah untuk menghantarkan experience lagu ke lagunya tetep kesinambungan. Untuk genre, kalau tiap ditanya pasti bingung jawabnya genre apa. Intinya kami selalu berusaha menyisipkan notasi dan nada - nada daerah yg dibalut dengan musik kekinian. itu saja. perkara dia akan menjadi rock hingga dangdut sekalipun, itu tidak masalah, karena kami tidak pernah mengkotak - kotakan diri ke genre tertentu. Biar audience aja yg menilai. Tapi tetap kembali lagi, sejauh ini kami mempertahankan signature kami sendiri di tiap karya yg kami buat.

Esensi Album
Dari dulu kami selalu deal dengan diri kami kalo membuat sesuatu, karya apapun itu harus punya khasanah atau pesan sendiri. Keuntungannya dalam proses mencipta, kami bisa jujur, selama itu pernah kami alami dan kami dengar dari siapa pun, lalu kami mengabadikannya menjadi karya berupa lagu untuk selalu jadi Nasehat bersama. Bhinneka Tunggal Ika itu digunakan negara kita kan bukan semata - mata menjadi tagline biasa kan? jelas itu merepresentasi jati diri negara kita sendiri. Dari sana kita bisa simpulkan Sembojan (baca: Semboyan) itu bisa jadi artinya Jati Diri, hal yg harus mendarah daging, menjadi tombak perkuatan dalam setiap masalah. Album ini kita kerjain ga semata - mata kami mau berkarya terus cari nama, panggung, udah. enggak. Tapi supaya lagunya melekat, message-nya kena, karena jelas topik yg menjadi nasehat ini ga pernah jauh dari kehidupan kita. Istilahnya kami mencoba menjadi satu pemicu positif lah. Sembojan itu adalah salah satu lagu yg menjadi judul albumnya. Ya, kata Sembojan kami pilih karena merangkum semua esensi yg mau dibicarain. dan lagunya pun juga lebih ngomongin tentang maksud albumnya “Kesana Sembojan kan menyentuh, menyadarkan yg terhilang,” seperti kutipan lagunya ini jelas menggambarkan apa tujuan album ini dibuat.

Tentang Music Artwork
Cover Albumnya kami menggunakan sebuah Karya Fotografi dari dosen kami. hehehe namanya Bapak Mahatmanto. beliau sangat concern pada sejarah arsitektur dan budaya - budayanya. terutama Nusantara dan pastinya Kota Jogja ini. Apa yang menarik dari foto beliau yg kita pakai, itu adalah sebuah foto yg menangkap salah satu scene dari sebuah cerita pewayangan. Scene itu menceritakan seseorang bernama Irawan kalo ga salah dalam keadaan “Sasmita” atau antara ambang - ambang kematian begitu. Saat itu melihat “Manuk Dhandhang” (Burung Gagak) yg merupakan tanda tentang kematiannya sudah dekat. Tapi Dia lebih memilih tetap nekad memperjuangkan panggilannya, sementara seharusnya itu menjadi hal yg sangat memutuskan asa. Ketika mendengar cerita ini disampaikan oleh beliau yg mempunyai foto ini, menurut kami sangat relevan dengan judul dan makna album ini yg coba disampaikan, tentang bagaiman seharus hidup disemangatkan, dan semangat harus dihidupkan. begitu kira kira.

Video Klip
Belum ada sih, baru ada Video Lirik saja. Tapi nanti ada rencana memproduksi music video salah satu singlenya, tapi masih belum bisa dijelasin konsepnya karena belum tau juga. hehe

Rilis dan Launching
Kemarin kami launching rilisan fisik secara independent ya. artinya dibuat sampai dijual juga sendiri gitu. Oleh karena itu kemarin kita produksi sangat limit, tapi puji tuhan sold semua. Rencana kedepan mau rilis Digitalnya belum tau kapan, dan sedang direncanain Launching Event-nya dalam waktu dekat ini, tapi ya semoga bisa terlaksana segera deh. amin

Respect Music menurut Jojo
Menghargai karya musik itu gampang, dukung dengan pembelian album atau singlenya yg original; kalau suka cover ya selalu mencantumkan siapa yg mencipta, karena bagaimanapun proses mencipta karya seni itu mahal;


Track List Sembojan - Radiotua
1. Prologue 2. Kalasanja 3. Tarung 4. Prahara (Interlude) 5. Sembojan 6. Tuang Tualang 7. Rengkuh (Interlude) 8. Rasuk/Masuk






Tulisan diatas adalah kiriman dari kontributor, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Baca lainnya:



Advertise · Terms · Contribute · Logo · Contact