" "

Rif Rilis Album 'Jalan Sunyi' dengan Nuansa Khas Sungai Misisipi

Rif yang memiliki nama lengkap Syarif Hidayatulah telah merilis album solo ke 3. Album ini diberi judul 'Jalan Sunyi', berisi 10 lagu komposisi terbaru Rif. Album ini juga tersedia dalam format digital dibawah naungan Pepadu Badjang Headquarters. Saat ini rilisan fisik album tersedia dalam format Compact Disc.



Proses pengerjaan album dilakukan secara live recording pada 2017. Rif mendapat kesempatan untuk bekerja di studio musik milik perupa yang sudah tidak asing lagi dalam dunia seni kontemporer, Putu Sutawaijaya. Putu yang juga merupakan penggemar musik memang membangun studio rekaman di galeri miliknya Sangkring Art Space.

Materi pada album 'Jalan Sunyi' merupakan materi baru, lirik pada semua komposisi merupakan kumpulan puisi puisi karya Rif. Rif yang terkenal sebagai solois pengusung aliran delta blues ini juga merupakan seorang penyair ulung yang telah menerbitkan buku kumpulan puisi. Pada album ini Rif ingin menggambarkan musik dengan warna delta blues yang berpadu dengan lirik bahasa Indonesia.

Musik delta blues memang belum begitu populer di Tanah Air, petikan dan slide gitar dobro yang sangat khas membawa kita ke suasana Delta Sungai Missisipi di awal 1900-­‐an tempat dimana gaya musik ini lahir.
Menariknya, Rif memberikan warna lain yang menjadi identitas musisi yang selama ini berproses di Yogyakarta.

Kota Yogyakarta memberikan energi yang unik yang dapat direspon Rif dalam berkarya. Keunikannya tergambar dari lirik yang Rif sampaikan maupun saat proses penggarapan album ini. Rif bisa dengan spontan membuat lirik saat rekaman live yang berlangsung non-­‐stop tanpa take ulang.

Satu waktu, datang seorang pemain bass teman baik Rif ke Sangkring Art Space, langsung saja Rif mengajak Ignatius Made untuk mengisi beberapa track, di antaranya “Aku Ingin” dan “EverythinG Is Gonna Be All right”.

Album ini digarap Rif secara independen, ia bertindak juga sebagai produser album ini dibantu peramu suara, Cahyo dan Tegus Jos saat rekaman. Proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Diar Sahudi dan Jaka Prasetya, serta dibantu oleh Ammar dari Band JB Blues.

Pada album ini Rif merasakan kebebasan dalam berkarya dan juga dukungan moril dari Putu Sutawijaya juga membuat Rif bisa mengekspresikan apa yang ia rasakan.

Rif sudah tidak asing namanya di belantika musik blues Tanah Air, ia termasuk salah satu pemain gitar delta blues yang unik dan nyentrik. Pergerakan dan strateginya dalam mempopulerkan karya karyanya berbeda dari yang lain. Sebelumnya, ia mengeluarkan album solo di tahun 2014, rilisan fisik berupa CD dibungkus cover triplek dan pelepah pisang, sangat unik bagi yang pernah mengoleksinya.

Pada tahun berikutnya Rif mengeluarkan album delta blues menggunakan Bahasa Bima pada lirik-liriknya. Bima merupakan tanah kelahiran Rif  hingga saat ini ia sangat fasih Bahasa Bima. Rif cukup konsisten mengeluarkan album solo untuk warna musik delta blues. Saat ini ia juga terlibat pada proyek trio bersama dua perupa dari Yogyakarta.

Ingin maksimal dalam penggarapan album Jalan Sunyi, Rif memberikan sesuatu yang lebih kepada para penggemarnya. Ia melukis sendiri tiap cover rilisan dalam bentuk CD, tiap cover dilukis diatas kanvas dengan bentuk dan ukuran yang berbeda.

Album 'Jalan Sunyi' dapat dimiliki dengan memesan langsung pada nomor kontak yang terlampir. Rilisan digital sudah dapat dinikmati pada gerai digital seperti iTunes, Joox, Spotify, dll.


Tulisan diatas adalah kiriman dari kontributor, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Baca lainnya:



Advertise · Terms · Contribute · Logo · Contact