" "

'Bumi dan Udaramu' Telah Rilis ! Album Perdana T For Tony



Atas rampung dan rilisnya album dokumentasi audio yg pertama "Bumi dan Udaramu", ucapan syukur yg tiada terhingga kepada Tuhan Yesus Kristus untuk Kasih Karunia-Nya yg begitu besar dan ajaib, sehingga saya dapat membuat beberapa goresan tulisan lirik dan kumpulan titian nada menjadi sejumlah lagu berdasarkan kisah dari pengalaman hidup saya bersama dan atau maupun dari penggalan cerita orang-orang disekitar saya. Tujuan utama dari pembuatan album ini semata-mata hanya untuk mengarsipkan semua karya orisinil saya sejak pertama kali belajar menulis lagu pada 5 September 2001 hingga sekarang dengan tema klasik tidak akan pernah habis ditelan zaman adalah tentang cinta.

Judul album " Bumi dan Udaramu" ini sengaja saya pilih dari salah satu judul lagu yang belum saya rilis karena selalu meyakini bahwa selama kita hidup di "Bumi" dan menghirup "Udara" yang sama, tema ini tidak akan pernah habis untuk diceritakan dan menginspirasi kehidupan setiap insan. Album ini pertama kali dikerjakan sejak medio November 2016 dengan track pertama yang dikerjakan hingga rampung di akhir Februari 2019. "Bukan Cinta Semusim" adalah single pertama yg resmi dirilis 18 September 2019 kemudian digenapkan dengan perilisan album "Bumi dan Udaramu" sejak 06 April 2019. Album ini secara keseluruhan tersusun atas 8 (delapan) buah track lagu yang yang didominasi genre Rock-Alternative akan tetapi dibagian terkahir disempurnakan oleh 2 (dua) buah track pop yaitu "Kaulah Takdir" yang bernuansa pop-orchestra dan "Ketidakmungkinan Yang Selalu diSemogakan" yang pop-custik

Album ini juga sebagai bentuk persembahan dan ucapan terima kasih saya kepada: Papa-Mama, yang telah menghadirkan, merawat dan bahkan telah menginspirasi saya untuk menulis lagu "Sepasang Kekasih", juga untuk Adik²: Erna, Diles, Dyzan, Calvy Manuhutu untuk kasih sayang kalian. Juga kepada teman hidupku Lilik yg menginspirasi hadirnya "Sempurnakan Aku", yang tertutama buat dua belahan hati Kaka Godwin dan Dede Gladwin yg selalu jadi "Sang Primadona" sesungguhnya, juga kepada Keluarga Besar Manuhutu dan Manuhutu Plus Terima kasih untuk semua perhatian, doa dan kasih sayangnya.

Terima kasih juga kepada Tino Juanda untuk aransemen, mixing dan mastering nya, juga kepada YanCe Malelak untuk track bass pada lagu "Telanjangi Salahku", serta kepada Benntho Richard untuk Lead Guitar yang melodius untuk lagu "Sepasang Kekasih". Tidak ketinggalan buat keluarga besar TEXT Band: Christon Saba, Eldy Manuhutu, Dilezz Manuhutu, Bob Lay Rade, Jemy Tunliu, Afet Manukoa, Ferry Ariyanto Adoe, Theo Pake, Epen Pake, Eka Muti, Deky, Renol Ratukore, Boby Rohi, Elis Ndoen, Ellen Tuulima, Ike Bartelz, Yance Dano, Dini Umbu Saga, Rambu U Joka- Purawoha , Presley Manu, Hendro Lami, Maximilian Sibe Roses, Denny Adoe, Naldy Radja, Meyer Doen Boeik. Last but not least buat semua teman, sahabat dan soulmate yang tidak dapat disebutkan satu per satu, dimanapun kalian berada yang pernah ataupun telah membuat hari² saya penuh warna, bersemangat menjalani hidup dan menginspirasi saya menulis lagu kalian adalah "Ketidakmungkinan Yang Selalu diSemogakan". Thanks and love you all, keep the spirit alive and God Bless.






Tulisan diatas adalah kiriman dari kontributor, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Baca lainnya:



Advertise · Terms · Contribute · Logo · Contact