" "

Hidup Itu Fana, Ibu Abadi



Kisah ibu dan anak bisa dibilang nyaris tak pernah usang. Ia nyaris setua peradaban itu sendiri. Mulai dari tragedi Oedipus, Sangkuriang, hingga Malin Kundang. Di lagu pun begitu, hubungan ibu dan anak kerap menjadi bahan bakar yang bertenaga. Mulai dari "Dear Mama" milik 2Pac, "Mama Don't You Cry" dari Steel Heart, hingga "Ibu" milik Iwan Fals yang bisa membuat pria tangguh manapun menangis macam anak kecil. Dengan semangat kisah abadi itu, Romdhi membuat "Kisah Bunda". Romdhi, seperti yang saya kenal sejak nyaris dua windu lalu, sering berkisah tentang ibunya. Betapa Romdhi remaja sangat sering bikin ibunya pusing karena tingkah polahnya. Tentu saat itu, sebagai anak lelaki yang tumbuh besar dan ingin menantang dunia, dia tidak berpikir banyak tentang bagaimana repotnya menjadi seorang ibu. Namun sekarang dunianya sudah berbeda. Dia tak lagi remaja, sudah menikah, dan punya anak lelaki.

Sekarang kan saya punya anak laki-laki. Saya ingin membuatkannya lagu supaya di masa depan ia bisa menyanyikan lagu ini untuk mengenang ibunya, ya istri saya itu", tutur pria yang bekerja sebagai dosen di Universitas Jember ini. Romdhi yang berasal dari Lampung itu mengatakan bahwa lagu ini selain spesial dibuat untuk anak dan istrinya, juga dipersembahkan untuk semua ibu. Dalam lagu ini, pria yang dulu aktif di organisasi pers mahasiswa ini turut mengajak kita selalu mengingat kasih sayang ibu, serta bersemangat untuk terus berusaha mewujudkan mimpi dan doa orang tua.

Lagu "Kisah Bunda" ini diciptakan melalui proses yang sederhana. Lirik dan chordnya hanya ditulis dalam satu jam. Beberapa hari kemudian Romdhi mengaransemen lagu tersebut di ruang kerja rumahnya. Bahkan proses pengambilan vokal juga dilakukan di tempat yang sama. "Saya nggak pernah rekaman di studio, minder kalau lihat alat canggih takut tidak bisa mengoperasikan. Akhirnya sebagian besar aransemen saya kerjakan sendiri di rumah," tuturnya sambil tertawa. Walaupun prosesnya penciptaannya terbilang sederhana tapi lagu ini berhasil mewakili perasaan semua orang terhadap ibunya. "Saya ingin semua orang selalu ingat dengan ibunya. Kita nggak bisa mengganti kasih sayang yang telah diberikan ibu pada kita. Kita hanya harus ingat beliau, mendoakannya dan berusaha untuk mewujudkan semua harapan-harapan beliau," ujarnya.

Romdhi mengakui bahwa untuk dapat lolos proses moderasi dan dapat diputar di semua platform digital, proses mastering lagu ini harus baik. "Saya tidak paham teori musik, saya autodidak. Proses mastering saya serahkan ke Mas Jaya, teman sekantor saya. Dia kan sekolah musik," ujarnya. Seperti single sebelumnya yang berjudul "Biasa Saja", dalam lagu ini Romdhi juga meminta bantuan temannya, Awan Setiawan untuk mengisi bass. Kerjasama dan komunikasi keduanya dilakukan jarak jauh, hanya melalui surel.

Single Romdhi kali ini juga sudah dirilis video clipnya di Youtube. Romdhi mengatakan bahwa proses pembuatan video klip tersebut juga dikerjakannya sendiri. "Kebetulan hobby saya sebelum bermusik adalah fotografi dan videografi. Jadi ya sekalian saja saya buat video klipnya," katanya. Dalam klip tersebut ia mengajak teman, istri dan anaknya untuk memerankan cerita tentang hangatnya hubungan antara ibu dan anak. Selain di Youtube, single Kisah Bunda kini dapat didengarkan secara legal di beberapa platform musik digital seperti Spotify, iTunes, Amazon Music dan lain-lain.





Tulisan diatas adalah kiriman dari kontributor, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Baca lainnya:



Advertise · Terms · Contribute · Logo · Contact